5 Cara Mudah Memahami Dasar Akuntansi

Dasar Akuntansi

Sebagian pelajar menganggap bahwa memahami dasar akuntansi merupakan ilmu yang sulit dipahami karena melibatkan angka-angka dan ada beberapa akun yang harus dipahami (bukan dihafalkan) untuk mencatat setiap transaksi. Akuntansi sangat mempertimbangkan angka yang kecil (misalnya Rp 100,00) jika terjadi perbedaan dengan nominal rill karena angka tersebut dapat menimbulkan beberapa presepsi salah satunya adanya salah pencatatan. Akuntanbilitas merupakan salah satu prinsip yang harus dipegang oleh seorang akuntan, walaupun kesalahan terhadap nominal yang tidak meteril namun harus tetap dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu dalam akuntansi kehati-hatian sangat diperlukan.

Bagi yang pertama kali mengenal akuntansi sangat sulit untuk menentukan akun yang sesuai dengan transaksi kejadian. Namun seiring berjalannya waktu sangat mudah untuk membuat akun transaksi yang sederhana. Berikut merupakan beberapa cara untuk memahami dasar akuntansi:

Memahami konsep Double-Entry Bookkeeping (Apakah itu?)

Pencatatan akuntansi menggunakan konsep Double-Entry Bookkeeping. Konsep tersebut memisahkan akun transaksi sehingga nominal tetap berada pada tempatnya. Untuk memahami konsep tersebut sederhananya dengan melihat pencatatan yang selalu melibatkan debit dan kredit. Debit dan kredit merupakan posisi akun yang harus dipahami, apabila adanya salah penempatan akun maka akan mempengaruhi tahap selanjutnya dan juga laporan keuangan secara keseluruhan.

Setiap pencatatan transaksi harus melibatkan debit dan kredit, tidak boleh hanya salah satu. Ada beberpa akun yang berada di posisi debit seperti aset, beban dll. Ada juga yang berada di posisi kredit seperti kewajiban, modal, pendapatan dll. Apabila akun yang berada diposisi debit ketika pencatatan akun di debit maka akan bertambah dan sebaliknya. Apabila akun berada diposisi kredit ketika pencatatan akun berada di posisi kredit akan bertambah dan sebaliknya.

Ada baiknya juga memahami laporan keuangan dengan baik karena konsep double-entry mengharuskan akun transaksi debit dan kredit pada tahap tertentu harus ditambahkan untuk salah satu laporan keuangan.

Menghafal akun transaksi

Cara ini merupakan cara termudah dalam memahami dasar akuntansi. Untuk memahami dasar akuntansi harus mengetahui berbagai macam akun transaksi. Namun penulis tidak menyarankan secara penuh untuk digunakan karena ketika hanya menghafal dalam akuntansi maka akan sulit untuk memahami akun diluar hafalan. Mungkin ada beberapa transaksi yang dapat dihafalkan namun beberapa transaksi juga menuntut pemahaman dalam konsep dasar akuntansi.

Memahami definisi setiap akun

Setelah kalian selesai menghafal berbagai akun transaksi maka langkah selanjutnya adalah memahami definisi setiap akun. Banyak buku yang membahas tentang definisi akun dan juga aplikasinya. Ketika kalian sudah memahami definisi setiap akun transaksi maka akan semakin mudah dalam menyesuaiakan akun disetiap transaksi.

Memahami logika transaksi akun

Setelah memahami definisi akun maka tahap selanjutnya adalah memahami logika akun transaksi. Setiap akun transaksi telah dikaji oleh akademisi kemudian disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga sampai sekarang dapat sesuai dengan logika transaksinya. Contoh: Perusahaan PT. XYZ melakukan pembelian peralatan secara kredit, berikut jurnalnya:

Debit               Kredit

Peralatan                                                           xxx

Utang Usaha                                                                  xxx

Kenapa peralatan di debit dan utang usaha di kredit? Untuk memahami jurnal tersebut kita harus memahami logika transaksinya. Dalam transaksi tersebut alasan peralatan berada di debit karena perusahaan PT. XYZ membeli peralatan, berarti adanya penambahan peralatan. Di atas sudah dijelaskan bahwa peralatan (aset) posisinya di debit, untuk menambahkan peralatan maka akun transaksi harus di debit. Sedangkan alasan utang usaha di kredit karena PT XYZ melakukan pembelian secara kredit sehingga akun yang digunakan utang usaha. Utang usaha (liabilitas/kewajiban) merupakan akun yang berada di posisi kredit, karena adanya penambahan utang usaha maka untuk posisi akun di kredit

Terus berlatih

Langkah terakhir adalah terus berlatih dan berlatih, karena dengan berlatih kita belajar hal baru dan tentunya dapat mengasah ketepatan dalam mencatat akun transaksi dan jangan lupa berdo’a agar diberi kemudahan oleh sang pencipta.

Sekian artikel (e-berbagi.com) yang dapat saya bagi, apabila ada ketidaksesuaian dan tambahan silahkan masukan saran dikolom komentar agar artikel dapat lebih informatif. Terimakasih telah membaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *