Double Entry Bookkeeping System?

Double-Entry Bookkeeping System

Istilah double-entry bookkeeping system pertama muncul tahun 1494 di Vanesa. Kemunculan tersebut bersamaan dengan buku Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita. Kemunculan tersebut diakibatkan karena kondisi bisnis pada saat tersebut semakin berkembang dan menuntut adanya alat yang dapat membantu dan memperkuat pondasi bisnis.  Penyusun sering disebut sebagai bapak akuntansi yaitu Luca Pacioli.

Uniknya Luca Pacioli bukan seorang akuntan melainkan seorang matematikawan dan terkadang beliau biarawan Fransiskan asal Italia. Jadi akuntansi awal mulanya dicetuskan oleh seorang ahli matematika, tidak heran karena dalam akuntansi banyak menggunakan logika matematika. Sampai sekarang konsep yang Luca Pacioli buat yaitu double-entry book keeping system masih relevan bagi dunia akuntansi. Menurut Hendriksen dan Van Breda (2000) dalam Ikhsan dan Suprasto (2008) sudah 500 tahun lebih perkataan Luca Pacioli masih dapat diterapkan sampai sekarang seperti tindakan yang dilakukan setelah menyusun neraca saldo:

“…Agar segalanya menjadi lebih jelas dalam penutupan tersebut, anda harus melakukan pembandingan ini, yaitu, anda harus mengikhtisarkan dalam selembar kertas semua pos debet dari buku besar, dan menempatkannya
disebelah kiri, dan mengikhtisarkan semua pos kredit dan menempatkannya pada sisi kanan., kemudian anda harus mengikhtisarkan kembali angka-angka ikhtisar itu dan mencari satu angka total dari seluruh pos debet disebut angka total penjumlahan, dan juga mencari satu angka total dari seluruh pos kredit yang juga akan disebut sebagai angka total penjumlahan; tetapi yang pertama akan disebut total penjumlahan debet, dan yang kedua disebut
total pejumlahan kredit.

Sekarang jika kedua total penjumlahan itu sama, yaitu yang satu sama besarnya dengan yang lain, yaitu yang didebet dan yang dikredit, anda dapat menyimpulkan bahwa Buku Besar anda sudah
diselenggarakan dengan baik. Tetapi jika salah satu dari total-total pejumlahan itu lebih besar dari pada yang lain, hal itu menunjukkan ada kesalahan dalam buku besar anda yang dengan kecermatan, akan paling baik bagi anda jika ada cara dengan kemampuan yang oleh Tuhan yang Cerdas telah diberikan kepada anda, dan dengan alasan yang sudah Anda pelajari, dan yang seperti kami sebutkan dibagian awal amat sangat perlu bagi seorang pedagang yang baik; jika tidak, berarti Anda bukan seorang akuntan yang baik dalam urusan Anda, Anda akan berjalan seperti orang buta, dan dari keadaan itu akan timbul banyak kerugian….”.

Double-entry bookkeeping system atau sistem tata buku berpasangan merupakan konsep dasar yang terdapat dalam akuntansi yang digunakan untuk menyusun jurnal, laporan keuangan dll. Untuk memahami akuntansi kita harus lebih dahulu memahami double-entry bookkeping system, karena double entry bookkeeping merupakan pondasi dasar dalam akuntansi. Masalah utama dalam penyusunan laporan keuangan (spesifiknya laporan posisi keuangan) antara sisi asset, liabilitas dan modal harus seimbang. Apabila ada selisih antara kedua sisi tersebut maka kemungkinan adanya salah penempatan akun terhadap laporan keuangan. Hal tersebut merupakan salah satu peran double entry bookkepping yaitu memisahkan akun berdasarkan kegunaan masing-masing. Fungsi lain dari double-entry bookkeping system dapat juga menunjukan jumlah asset, liabilitas dan modal, selain itu dapat juga untuk menghitung laba atau rugi.

Beberapa kosa-kata di masyarakat telah menyinggung banyak tentang double entry bookkeping, namun hanya sedikit yang memahami bahwa yang mendasari adalah double entry bookkeping misalnya debit dan kredit. Kata kredit menyebar dimasyarakat luas sebagai cara lain untuk melunasi kewajiban atau liabilitas secara berkala. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah karena dalam akuntansi kredit memiliki kaitan dengan kewajiban yang harus di penuhi misalnya utang dagang. Pencatatan akuntansi selalu melibatkan debit dan kredit. Kedua sisi (debit dan kredit) selalu berlainanan satu sama lain. Setiap sisi memiliki keterkaitan dengan laporan keuangan sehingga pada pemahaman posisi akun di laporan keuangan sangatlah penting.

Setelah membaca artikel (e-Berbagi.com) ini diharapkan pemahaman terhadap double-entry bookkeping sistem bertambah. Bagi yang ingin memahami akuntansi dengan baik terlebih dahulu harus memahami double-entry bookkeping sistem dan jangan lupa untuk terus berlatih. Apabila ada ketidaksesuaian maupun kekurangan silahkan masukan komentar. Dikolom komentar pembaca dapat memberi masukan, berdiskusi maupun bertanya. Komentar anda sangat bermanfaat bagi artikel ini agar lebih informatif. Sekian dan terimakasih.

Refensi

Ikhsan, Arfan dan Suprasto, Herkulanus Bambang. 2008. Teori Akuntansi dan Riset Multiparadigma. Graha Ilmu: Yogyakarta.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *