Sejarah Akuntansi Sejak Awal Kemunculan

Sejarah Akuntansi

Jika kita membahas tentang keuangan maka tidak terlepas dari akuntansi. Pada zaman sekarang akuntansi merupakan ilmu yang penting bagi sebagian pihak, karena dengan menggunakan akuntansi kita dapat memahami dan membaca aliran keuangan. Penulis akan mencoba meringkas dari salah satu buku agar lebih mudah dipahami. Ketika mendengar sejarah akuntansi maka tidak terlepas dari Luca Pacioli, yang biasa disebut sebagai bapak akuntansi dan telah membuat konsep akuntansi yang sering kita dengar yaitu double entry.

Penjelasan Singkat Sejarah Akuntansi

Masyarakat telah menggunakan akuntansi sejak SM, namun penggunaan akuntansi tidak seperti sekarang ini. Pada masa itu akuntansi diterapkan dalam bentuk lebih sederhana. Masyarakat yang sudah menggunakan akuntansi SM yaitu Bangsa Aztec dan Inca dari pedalaman Amerika. Bangsa Dravida di dataran Asia Selatan, Cina dan Jepang dikawasan Asia Tengah Timur. Bangsa Sumeria, Mesir Kuno, dan Meropotamia di dataran Arab, Yunani dan Romawi serta lingkungan Benua Eropa. Ada juga dari Bangsa Nuh, Tsamud dan Add.

Jika melihat sekarang Benua Eropa merupakan salah satu benua yang maju dalam hal teknologi. Perkembangan teknologi juga beriringan dengan perkembangan ilmu pengetahuan karena kedua hal tersebut tidak dapat terpisahkan. Perekonomian SM sudah berkembang lebih dahulu di Timur Tengah dan Timur Jauh sebelum Benua Eropa. Dinasti Shang di Cina 2600 SM, catatan yang canggih di India 2300 SM. Paramida-paramida mesir tertua dibangun 4000 tahun yang lalu, hal tersebut menandakan bahwa adanya perkembangan perekonomian pada SM. Tahun 332 SM Alexander Agung membangun kerajaan Alexandria tempat didirikanya perpustakaan yang paling luar biasa di dunia kuno. Pada tahun 235 SM perpustakaan sudah menampung lebih dari 500.000 manuskrip.

Sejarah akuntansi dimulai dari periode Mesir sampai periode Eropa. Dalam proses perkembangan tersebut terdapat lima periode yaitu dimulai dari periode mesir yang berlangsung dari 3000SM-1000SM, setelah itu dilanjutkan periode Yunani tahun 1000SM-1M, periode Romawi 1M-5M, periode Arab 5M-7M, dan Feodalisme di Eropa 7M-13M. Pernyataan tersebut dipertegas oleh Littleton yang mengatakan bahwa sejarah akuntansi dimulai dari bangsa Mesir, Babilonia, Sumeria, Yunani, Arab dan Roma.

Periode Mesir Sampai Periode Arab

Periode Mesir

Pada periode Mesir sudah menggunakan sistem penampungan digudang. Pada catatan sejarah gudang tersebut digunakan untuk menampung emas, gandum, permata, tekstil, dan hewan ternak. Untuk mengelola gudang dengan berbagai macam barang, bangsa Mesir sudah menggunakan sistem pencatatan. Namun sistem pencatatan masih sangat sederhana.

Periode Babilonia

Pada periode Babilonia, para ilmuan mencoba mencari talbet-tablet tanah liat di Babilonia ribuan tahun yang lalu. Tablet-tablet tersebut dapat menunjukan sistem pencatatan pada periode tersebut. Apabila dibandingkan dengan sekarang tablet tersebut hampir sama fungsinya dengan faktur. Secara umum tablet memiliki 3 jeis fungsinya yaitu penerimaan, pengeluaran dan produksi. Informasi yang diberikan oleh tablet penerimaan adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah barang yang diterima dan yang dikeluarkan
  2. Identitas pemberi barang
  3. Identitas penerima barang
  4. Tanggal kejadian

Tablet pengeluaran umumnya digunakan untuk mencatat arus keluar perusahaan seperti pembelian, kerugian dan lain-lainya. Tablet pengeluaran juga mencatat produksi dan laba. Berikut informasi yang disebiakan oleh laba:

  1. Laba apa yang diterima
  2. Siapa penerima laba
  3. Alasan untuk menerima
  4. Tanggal Penerimaan

Tabel produksi lebih sederhana penggunaanya, seperti digunakan untuk mencatat jumlah produksi, produksi yang dibuat dan untuk siapa pembuatan produksi tersebut. Berikut informasi tentang tablet produksi:

  1. Jumlah dan dasar dari komoditas
  2. Tingkat bunga, jika ada
  3. Nama debitur
  4. Nama kreditur
  5. Waktu pembayaran
  6. Spesifik mengenai metode pembayaran
  7. Saksi
  8. Tanggal

Periode Yunani

Pada periode Yunani perbehandaraan barang-barang suci yang berharga disebut sebagai Parthenon. Secara umum pada periode Yunani akuntansi digunakan untuk mengawasi keseimbangan, uang masuk, pengeluaran-pengeluaran dan berakhir pada keseimbangan. Zenon papyri merupakan dokumen pada abad ketiga dari Mesir dan pada saat itu sektor swasta mencoba menawarkan padangan te akuntansi dengan zenon papyri. Ketika Mesir bagian dari provinsi Yunani dan dipimpin oleh Alevxander yang agung, dokumen menghasilkan bukti dari abad ke empat sebelum masehi. Dokumen-dokumen tertulis menyajikan setiap transaksi, banyak diantara mereka mengambil bentuk dari akun untuk meminjam uang dan aktiva lainnya. Catatan menunjukkan bahwa akun ini terdiri dari daftar kas dan aktiva lainnya, seperti makanan, minyak, baju dan arus masuk serta arus keluar. Item-item yang sama dan total pengeluaran mereka dikelompokkan bersama dalam paragraph.

Periode Romawi

Pada periode Romawi pencatatan akuntansi umumnya menggunakan tablet lilin yang mudah rusak. Pada periode Romawi sangat sedikit bukti-bukti tentang pencatatan akuntansi. Catatan diselamatkan berkaitan dengan kesimpulan-kesimpulan dan juga literatur. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat Romawi menyukai organisasi dan administrasi. Ada buku harian yang mencatat tentang pengeluaran-pengeluaran, pemasukan dan sebuah kode “a code accept et expensi”, fungsinya sama dengan buku kas dan buku harian yangdimasukan setiap harinya.

Periode Arab

Pada periode Arab peran yang paling berpengaruh dari Nabi terakhir kita yaitu Nabi Muhammad SAW. Beliau lahir didesa kecil di Mekah. Beliau pertama kali mendapatkan serangkaian wahyu tahun 610 M. Setelah beliau wafat dan pada masa khilafah Ustman bin Affan Al-Quran dibukukan. Ada beberapa alasan yang menyebabkan khilafah Ustman membukukan Alquran salah satunya yaitu banyaknya penghafal Al-Quran yang meninggal dimedan perang. Al-Quran mengatur tentang bermuamalat dan berniaga. Bermuamalat dan berniaga merupakan jual beli, berhutang piutang, sewa menyewa dan lain sebagainya. Jauh sebelum masalah etika kerja telah dibahas muamalat pada Albaqara ayat 282 dan 283.

Setelah satu abad Rasulullah meninggal para pengikut beliau menaklukan sebagian besar Afrika bagian Utara dan Timur Tengah, dan bahkan sampai Eropa. Pada saat khilafah kedua dari Abbasyah yaitu Al-Mansur jatuh sakit. Para anggota istana dalam upaya mencari obat menemukan biara Jundi Sapur, 150 mil kearah selatan. Biara ini di diami oleh para pegikut Nestorius, mantan kepala biara Konstatinopel yang dibuang oleh Dewan Euphesus ditahun 431 karena mengajarkan ilmu klenik.

Para pengikut Nestorius ini telah membawa salinan-salinan sejumlah manuskrip kuno dalam pelarian mereka dan karenanya, hampir secara ajaib, ilmu pegetahuan Yunani terselamatkan. Hasilnya adalah dibangunnya pusat ilmu pengetahuan yang terbesar dalam milenia pertama di  Bagdad. Ke lembaga itulah orang-orang Arab membawa dari India salah satu penemuan terbesar dalam pemikira manusia: konsep nol. Aleader Agung membawa bala tentaranya pergi ke India. Bangsa India sama tertariknya dengan Astrologi seperti bangsa Yunani. Dalam kurun waktu ini Musa Al-Khwarizmi, ahli matematika Arab terbesar dan ahli perpustakaan khalifah yang sakit, menulis bukunya Al-Jabr Wa ‘l Mugabala. Dari buku  itu lah kita menurunkan al-jabar.

Sekian artikel (e-berbagi.com) yang dapat saya bagi, apabila ada ketidaksesuaian dan tambahan silahkan masukan saran dikolom komentar agar artikel dapat lebih informatif. Terimakasih telah membaca.

Daftar Pustaka

Ikhsan, Arfan dan Suprasto, Herkulanus Bambang. 2008. Teori Akuntansi dan Riset Multiparadigma. Graha Ilmu: Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *