6 Cara Menyesuaikan diri di lingkungan baru

Lingkungan masyarakat baru

Manusia merupakan mahkluk sosial dan harus mampu membaur dengan lingkungan baru masuarakat. Manusia tidak mampu hidup sendiri dalam dunianya. Banyak kebutuhan yang membutuhkan peran orang lain. Bermasyarakat merupakan salah satu cara dalam bertahan hidup. Dalam masyarakat terdapat beberapa norma yang harus ditaati agar menjadi masyarakat yang tidak merugikan.

Hidup terus berotasi dan menuntut individu untuk menyesuaikan diri. Dalam menjalahi kehidupan diri akan selalu menemukan hal-hal baru. Individu yang terlalu memegang idealis akan tersisihkan dalam masyarakat oleh karena itu individu perlu berubah menyesuaikan keadaan lingkungan yang sedang terjadi.

Ketika menjalani proses kehidupan individu akan selalu bertemu dengan hal-hal yang baru. Seperti teman sekolah, teman kerja, lingkungan rumah, lingkungan kerja, budaya masyarakat dan lain-lain. Terkadang hal baru membuat kita bertanya-tanya. Biasanya hal tersebut berhubungan dengan budaya masyarakat karena budaya masyarakat antar kelompok berbeda-beda.

Sebagai individu yang baru tentunya harus mampu menyesuaikan diri walaupun hal tersebut bertentangan dengan prinsip karena penolakan akan mengarah pada permusuhan. Sebagai individu yang bijak akan tetap menerapkan prinsip dan berusaha menyesuaikan budaya masyarakat. Kemampuan adaptasi yang baik diperlukan. Beberapa orang dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan namun ada juga yang butuh waktu cukup lama. Berikut merupakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk beradaptasi di lingkungan baru:

  1. Mengamati

Budaya/kebiasaan merupakan konsep abstrak yang terjadi berulang ulang. Ini merupakan proses yang cukup sulit karena beberapa orang kurang mampu menjelaskan. Namun secara umum lingkungan terbagi menjadi dua jenis, yaitu formal dan informal. Lingkungan formal biasanya kondisi terlalu kaku dan menuntut profesional sedangkan lingkungan informal sebaliknya. Sebagai masyarakat baru tentunya harus mampu menyesuaikan dengan lingkungan dan menjadi bagian dari budaya masyarakat. Misalnya, di lingkungan formal harus mampu menjadi pribadi yang tenang, serius dan tidak terlalu banyak berkelakar.

  1. Humble

Sifat ini perlu dilakukan di lingkungan masyarakat baru karena dengan begitu kita akan mudah tersenyum (menyapa dalam budaya jawa) dan menjadi lebih dekat dengan lingkungan.

  1. Bertanya

Lingkungan baru membuat kita belajar kembali tentang sekitar. Banyak hal yang perlu dipelajari untuk memudahkan aktivitas. Misalnya, tentunya manusia butuh makan dan ditempat baru belum banyak tau lokasi rumah makan terbaik (murah dan enak). Hal tersebut dapat kita tanyakan di lingkungan baru untuk melakukan sedikit pendekatan untuk mencairkan suasana.

  1. Mengikuti kegiatan-kegiatan masyarakat

Masyarakat banyak mengadakan acara non-formal untuk lingkungan. Misalnya kerja bakti, perayaan hari jadi perusahaan dan lain-lain. Momen tersebut dapat digunakan untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat.

  1. Berpikir positif

Berpikir positif dapat menciptakan energi positif untuk lingkungan sekitar dengan energi positif dapat mempermudah kita dalam bermasyarakat dan dari masyarakat pun akan memberikan energi yang sama.

  1. Menikmati proses

Apabila beberapa langkah diatas telah dilaksanakan, langkah terakhir yaitu menikmati proses. Biarkan proses yang mendekatkan kita dengan masyarakat. Terlalu agresif juga tidak baik karena agresif dapat menciptakan penolakan.

 

Sekian artikel (e-Berbagi) yang bisa dibagi, apabila ada ketidaksesuaian dan penambahan segera berikan komentar. Agar artikel dapat lebih informatif dan bermanfaat bagi pembaca.Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *