7 Cara Mengatasi Pertanyaan Saat Lebaran

Pertanyaan saat lebaran

Idhul Fitri merupakan salah satu hari raya umat islam. Setelah memenuhi rukun islam (puasa) selama bulan ramadhan umat islam merayakan Idhul Fitri. Idhul Fitri di Indonesia juga disebut sebagai lebaran. Banyak cara dilakukan untuk merayakan lebaran. Seringkali beberapa pertanyaan saat lebaran muncul seperti “Kapan Nikah?” dan lain-lain. Budaya di Indonesia yang paling kental dengan lebaran yaitu opor ayam, pencingan (memberikan uang  keponakan), mudik dan berbagai macam budaya lain karena terkadang disetiap daerah memiliki budaya yang berbeda.

Hari menjelang idul fitri umumnya beberapa perusahaan mengadakan mudik bersama dengan memberikan transportasi gratis kepada masyarakat. Tentunya antusias masyarakat tinggi karena banyak yang menuju kampung halaman. Momen idul fitri juga dapat digunakan sebagai sarana silahturahmi antar keluarga. Ada yang rela menempuh perjalanan berhari-hari untuk bertemu keluarga. Entah sudah berapa lama budaya mudik sudah melekat pada masyarakat Indonesia dan budaya tersebut didukung oleh pemerintah dengan memberikan Hari Libur Nasional (tentunya hal yang baik).

Ketika keluarga berkumpul saat lebaran umumnya mereka akan berkomunikasi satu sama lain. Komunikasi terasa menyengkan karena sudah lama tidak bertemu. Banyak pertanyaan dan obrolan yang menarik yang terkadang selalu ditunggu-tunggu. Namun komunikasi menjadi tidak menyenangkan ketika pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu harus dijawab. Beberapa pertanyaan “katanya” cukup mengganggu:

  1. Kapan nikah?
  2. Kapan punya anak?
  3. Kapan wisuda?
  4. Sekarang kerja dimana?
  5. Sekarang agak mengembang ya?
  6. Dll (Silahkan isi di kolom komentar)

Pentingnya memiliki kemampuan dalam berkomunikasi yang baik dengan memikirkan dampak dari ucapannya. Namun juga tidak semua merasa terganggu dengan beberapa pertanyaan tersebut tergantung cara diri menyikapinya. Berikut beberapa cara ketika kita mendapatkan pertanyaan yang menggangu:

Tidak terlalu berharap

Harapan akan berbanding lurus dengan kekecewaan. Semakin tinggi harapan maka akan semakin tinggi rasa kecewa. Untuk meraih harapan perlu usaha yang ekstra. Berbagai cara dilakukan untuk memenuhi harapan. Namun bagaimana jika ada pertanyaan tentang harapan kita sedangkan kita pun masih sulit untuk mecapai harapan tersebut. Misalnya kita sedang berusaha merencanakan pernikahan.

Untuk melangsungkan pernikahan di Indonesia tidak semudah membalikan kedua telapak tangan karena ada beberapa yang perlu dipersiapkan seperti pasangan, gedung, chatering, undangan dll. Kemudian tiba-tiba ada pertanyaan “Kapan nikah Mba/Mas?”. Tiba-tiba gelisah muncul. Ingin memenuhi harapan (nikah) tapi beberapa persiapan belum siap, akhirnya timbul rasa kecewa. Oleh karena itu penting untuk tidak terlalu berharap akan sesuatu hal. Beda cerita apabila kita tidak terlalu berharap pada harapan. Berbagai macam pertanyaan apapun tidak akan mempengaruhi pribadi karena kita tidak terikat oleh waktu dalam mencapai harapan.

Buatlah sebagai motivasi

Pikiran diri dikendalikan oleh pribadi masing-masing. Penting untuk dapat mengendalikan pemikiran pribadi. Pikiran dapat membentuk presepsi/asumsi kearah positif ataupun negatif. Memang sedikit sulit untuk menghilangkan pikiran judging (menghakimi) yang cenderung kearah keburukan. Untungnya pikiran kita dapat dikendalikan oleh diri maka tergantung dari usaha pribadi untuk mengatur.

Sebagai manusia penting untuk selalu berfikir jernih. Pemikiran jernih memiliki banyak manfaat pada tubuh. Pemikiran jernih juga dapat membantu kita melihat dari berbagai sisi. Misalnya ketika kita mendapatkan pertanyaan “ Kapan wisuda Mas/Mba?”. Apabila kita memiliki pemikiran jernih maka akan membantu diri untuk melihat dari sisi positif. Misalnya membuat pertanyaan menjadi salah satu motivasi sehingga dapat lebih cepat menyelesaikan kuliah.

Menganggap pertanyaan sebagai basa-basi percakapan

Berbagai cara dilakukan untuk berkomunikasi. Beberapa orang dapat melakukan komunikasi dengan baik dan beberapa tidak cukup baik. Memang sulit untuk menentukan komunikasi yang baik karena setiap orang memiliki standar kebaikan yang berbeda-beda. Satu hal yang pasti dari komunikasi yang baik dengan selalu memikirkan perkataan yang akan diucapkan. Memang cukup sulit karena diri dituntut untuk memikirkan apa yang kita pikirkan ketika berucap.

Alasan tersebut yang membuat sebagian orang tidak cukup baik dalam berkomunikasi. Alih-alih ingin membentuk percakapan yang hangat justru malah membuat percakapan yang canggung. Misalnya, ketika kita tidak bertemu lama dengan saudara jauh selama beberpa tahun. Otomatis informasi tentang lawan bicara akan sedikit. Kemudian untuk menggali informasi berbagai pertanyaan dilontarkan. Secara tidak sadar pertanyaan yang cukup mengganggu lawan bicara diucapkan. Oleh karena itu ketika kita mendapatkan pertanyaan yang mengganggu anggaplah sebagai bagian dari basa-basi percakapan.

Mengalihkan pembicaraan

Komunikasi akan terasa menyengkan apabila pelaku komunikasi tertarik dengan topik pembahasan. Namun bagaimana jika dalam komunikasi ternyata topik tidak terlalu menyengkan dan bahkan dapat mengganggu. Tentunya kita tidak bisa begitu saja memberikan interupsi untuk tidak membahas topik dengan alasan ketidaknyamanan. Cara mengalihkan pembicaraan merupakan cara yang baik. Walaupun terkesan terkadang tidak nyambung namun untuk tetap menjaga komunikasi berjalan dengan baik bukan hal masalah. Memang cara ini dalam peralihan topik tidak berhubungan dengan topik awal namun itu hanya bersifat sementara. Akan berjalan normal lagi ketika topik selanjutnya berjalan beberapa menit.

Tidak terlalu memikirkan pertanyaan dengan serius

Perkataan dari luar diri hanyalah sebuah ucapan dari kata-kata. Tidak terlalu mengganggu karena hal tersebut tidak berbentuk namun terkadang pikiran berusaha mencari celah untuk terus terikat. Ada segelitir orang yang terkadang memikirkan ucapan orang lain yang terkadang tidak terlalu bermanfaat bagi hidupnya. Jadi anggaplah bahwa pertanyaan sebagai rutinitas hidup yang akan terus berlalu dan berulang sehingga tidak perlu dipikirkan terlalu mendalam.

Berdoa

Tentunya kita sudah paham bahwa setiap kejadian sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Tuhan membuat kejadian benar-benar terjadi. Tuhan memiliki kendali penuh. Oleh karena itu berdoalah agar Tuhan memberikan bantuan untuk membuat pertanyaan tidak terucap untuk kita.

Berikan penjelasan

Penjelasan membantu kita untuk memahami suatu keadaan. Penjelasan yang baik akan menciptakan pemahaman yang baik juga. Ketidaktahuan tentang kondisi seringkali membuat kita untuk mencoba menerka yang sedang terjadi. Sama halnya ketika sesorang memandang orang lain. Mereka akan selalu mencoba menerka dengan beberapa bukti yang ada. Namun terkadang tidak sesuai dengan kenyataan karena memang bukan dari sumbernya. Oleh karena itu penting untuk memberikan penjelasan kepada pertanyaan yang cenderung ingin mengetahui tentang diri kita. Misalnya “Kapan punya anak lagi Mas/Mbak?”. Penjelasan yang baik akan membuat pertanyaan tidak akan muncul kembali di kemudian hari. Misalnya “Kemungkinan untuk beberapa tahun kedepan tidak memiliki anak lagi karena adek masih kecil jadi nunggu umurnya 3 tahun”. Dengan jawaban yang baik maka penanya akan memahami kondisi yang sedang terjadi dan kemungkinan juga akan membantu menghilangkan pertanyaan serupa dikemudian hari.

Sekian artikel (e-Berbagi.com) yang dapat saya bagi, apabila ada ketidaksesuaian dan tambahan silahkan masukan saran dikolom komentar agar artikel dapat lebih informatif. Terimakasih telah membaca.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *